Depok-Tiga mahasiswa program studi (prodi) Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 beberapa waktu lalu. Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk ABILITY CLOUD yang dirancang untuk mendorong terciptanya ekosistem kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim TRIANGLE, yang terdiri atas Tiffani Amanda Azzahra, Ribka Angelia Simatupang, dan Azzahra Firouza Puteri. Mereka berhasil mengungguli ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Indonesia melalui inovasi yang memadukan pendekatan kebijakan, komunikasi, dan teknologi.
Kompetisi esai tingkat nasional tersebut mengusung tema “From Local Ideas to Global Impact: Empowering Youth as Innovation Catalysts for a Sustainable Future”. Kegiatan diselenggarakan secara hibrida oleh Cakap Riset bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia (AMPHI) dan Universitas PGRI Yogyakarta. Babak grand final berlangsung pada Sabtu (27/06/2026) melalui rangkaian Poster Exhibition dan Final Presentation yang diselenggarakan di Auditorium Graha Bina Husada, Poltekkes Yogyakarta.
(Foto: Tiga mahasiswa Vokasi UI menciptakan ABILITY CLOUD)
Kesetaraan akses terhadap dunia kerja yang layak merupakan hak setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Namun, penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan untuk memperoleh kesempatan kerja yang setara, mulai dari keterbatasan aksesibilitas, stigma dan diskriminasi, hingga belum optimalnya penerapan kebijakan yang mendukung lingkungan kerja inklusif.
Berangkat dari persoalan tersebut, Tim TRIANGLE mengangkat esai berjudul “Reforming Inclusivity: Transformasi Kebijakan Remote Work dan Digital Branding sebagai Katalis Ekosistem Kerja Inklusif Pemuda Disabilitas dengan IoT System.” Melalui karya tersebut, mereka memperkenalkan ABILITY CLOUD, sebuah inovasi yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
ABILITY CLOUD mengintegrasikan tiga strategi utama. Pertama, mendorong reformasi kebijakan remote work sebagai bentuk akomodasi kerja yang lebih fleksibel dan aksesibel bagi penyandang disabilitas. Kedua, menghadirkan Inclusive Branding Initiative (IBI), yaitu strategi yang membantu perusahaan membangun budaya kerja inklusif sekaligus memperkuat reputasi perusahaan dalam mendukung keberagaman dan kesetaraan. Ketiga, mengembangkan platform berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung proses rekrutmen, pelatihan, pengembangan kompetensi, hingga pemantauan tenaga kerja penyandang disabilitas secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, ABILITY CLOUD diharapkan tidak hanya membuka akses terhadap kesempatan kerja, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan kerja yang setara, adaptif, dan berkelanjutan. Inovasi ABILITY CLOUD turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mendorong akses kerja yang setara, inklusif, dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
(Foto: Sesi awarding ceremony saat 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026)
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.K.M., S.St., M.Sc., mengapresiasi capaian Tim TRIANGLE. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa vokasi dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Melalui ABILITY CLOUD, mahasiswa Vokasi UI menunjukkan bahwa inovasi terbaik lahir dari kemampuan memahami kebutuhan masyarakat. Mereka menghadirkan solusi yang mengintegrasikan komunikasi, kebijakan, dan teknologi untuk mendorong dunia kerja yang lebih inklusif,” ujar Safrin.
Perjalanan Tim TRIANGLE hingga berhasil meraih juara melalui proses yang panjang. Setelah mendaftarkan karya pada Maret 2026, mereka harus bersaing dengan lebih dari 300 tim dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Indonesia. Tim TRIANGLE kemudian berhasil lolos bersama 70 tim lainnya ke babak grand final. Selama lebih kurang tiga bulan, mereka menyempurnakan gagasan dan prototipe ABILITY CLOUD, menyusun pitch deck, menyiapkan poster, serta berlatih menyampaikan presentasi secara intensif. Pada tahap Poster Exhibition, Tim TRIANGLE kembali mencatatkan hasil membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu dari sembilan tim terbaik pada subtema yang mereka ikuti. Mereka kemudian mempresentasikan inovasinya pada babak Final Presentation hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 2 Nasional.
Tim TRIANGLE juga menghadirkan berbagai elemen kreatif untuk memperkuat penyampaian gagasan ABILITY CLOUD. Mereka menciptakan A-Bi Robot sebagai maskot, mengembangkan prototipe digital, serta membuat jingle berjudul “Terbang Gapai Asa” yang dilengkapi koreografi dan ditampilkan dalam sesi Poster Exhibition.
Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai dengan bidang keahliannya. Tiffani Amanda Azzahra berfokus pada analisis kebijakan dan pengolahan data nasional terkait ketenagakerjaan penyandang disabilitas. Ribka Angelia Simatupang mengembangkan strategi komunikasi dan corporate branding melalui konsep Inclusive Branding Initiative. Sementara itu, Azzahra Firouza Puteri merancang konsep teknologi ABILITY CLOUD yang berbasis AI dan IoT.
“Kolaborasi tersebut menghasilkan inovasi yang menggabungkan perspektif komunikasi, kebijakan publik, dan teknologi dalam satu solusi yang terintegrasi. Keberhasilan kami juga tidak terlepas dari pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di Vokasi UI. Sejumlah mata kuliah, seperti Penyusunan Program Komunikasi, Kewirausahaan, Riset Terapan, dan Komunikasi Korporat, membantu kami dalam mengidentifikasi permasalahan, mengolah data, menyusun strategi komunikasi, serta merancang solusi yang terstruktur dan aplikatif,” ungkap Azzahra.
Capaian Tim TRIANGLE menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya mampu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga dapat mengembangkan solusi inovatif yang relevan dan berpotensi memberikan dampak nyata. Melalui ABILITY CLOUD, mereka membawa semangat untuk mewujudkan dunia kerja yang memberikan kesempatan setara bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas.



