Depok-Program studi (prodi) Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), bersama Laboratorium Makaravox Humas menyelenggarakan kuliah dosen tamu yang menghadirkan Kepala Bagian Perencanaan Strategi Komunikasi dan Evaluasi Biro KIP Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Tinitah Sri Amrantasi, M.Si., pada Selasa (14/04/2026). Kegiatan yang diikuti oleh para mahasiswa prodi Humas ini terintegrasi dengan mata kuliah Evaluasi Program Humas.

Dalam paparannya, Tinitah menegaskan bahwa komunikasi publik di sektor transportasi menghadapi tantangan yang kompleks dan multidimensi, mulai dari pengelolaan reputasi institusi hingga distribusi informasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia. “Reputasi perusahaan yang buruk akan berdampak langsung pada menurunnya kepercayaan publik. Semua informasi yang diberikan akan berpotensi diabaikan oleh publik. Oleh karena itu, peran humas di Kementerian Perhubungan sangat krusial,” ujar Tinitah.

Ia menjelaskan bahwa karakter sektor transportasi yang sangat dekat dengan kepentingan masyarakat menuntut strategi komunikasi yang cepat, akurat, konsisten, serta adaptif terhadap dinamika isu dan potensi krisis. Di sisi lain, luasnya wilayah Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

(Foto: Suasana kegiatan kuliah dosen tamu bersama Tinitah Sri Amrantasi)

Berdasarkan hasil evaluasi internal, strategi komunikasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dinilai telah selaras dengan arah kebijakan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan fokus pada isu keselamatan transportasi, integrasi angkutan publik, serta pembangunan infrastruktur.

Kendati demikian, efektivitas implementasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam konsistensi distribusi konten digital dan koordinasi lintas unit kerja. Hambatan geografis serta keterbatasan akses informasi di wilayah tertentu juga berdampak pada kecepatan respons komunikasi, khususnya dalam situasi yang membutuhkan klarifikasi cepat.

Menurutnya, platform media sosial seperti Instagram dan TikTok terbukti menjadi medium paling efektif untuk menjangkau publik. Pendekatan konten berbasis visual storytelling dan narasi humanis dinilai mampu meningkatkan keterlibatan audiens secara signifikan. Sepanjang 2025, aktivitas komunikasi Kemenhub juga didominasi pendekatan event-driven dan issue-driven, termasuk dalam kampanye “Bakti Transportasi untuk Negeri” serta momentum Angkutan Lebaran. Dari sisi dampak yang diterima masyarakat, komunikasi publik Kemenhub menunjukkan capaian positif dalam meningkatkan awareness, pemahaman, serta sikap publik terhadap kebijakan transportasi. Tetapi, perubahan perilaku masyarakat sebagai indikator tertinggi masih memerlukan penguatan strategi berbasis data dan kolaborasi multipihak.

Tinitah menambahkan, “Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi antar-stakeholder, mengembangkan konten edukatif berbasis data, serta memanfaatkan data analitik untuk menghasilkan insight komunikasi yang lebih tajam.”

(Foto: Foto bersama dengan para mahasiswa usai kuliah dosen tamu berakhir)

Sementara itu, Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat, Mareta Maulidiyanti, S.Sos., M.M., menekankan bahwa kuliah dosen tamu ini merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus berkontribusi pada agenda pembangunan global. Mareta mengatakan, “Kuliah tamu ini memperlihatkan bagaimana komunikasi publik yang efektif dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang inklusif serta peningkatan kualitas layanan publik. Kami berharap mahasiswa mampu melihat peran strategis humas tidak hanya di level organisasi, tetapi juga dalam konteks pembangunan berkelanjutan.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan mampu memahami kompleksitas komunikasi publik secara lebih komprehensif serta memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan profesional di bidang kehumasan. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya Vokasi UI dalam membekali pembelajaran kepada mahasiswa dengan pemahaman komunikasi publik di sektor strategis sehingga, akan memperkuat wawasan yang sudah diterima di kelas dengan pengalaman yang diberikan oleh praktisi agar menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, transformatif, dan adaptif dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.