Depok-Mahasiswa program studi (prodi) Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), melalui Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMTA) sukses menyelenggarakan Gerakan Mahasiswa Pariwisata Peduli Desa (GEMA PARIS UI) 2026 pada 11–13 Juni 2026 di Kampung Cibatu Legok, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mengusung tema “Menanamkan Kesadaran Berbudaya kepada Generasi Muda”, program pengabdian masyarakat (pengmas) ini menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan pendidikan, literasi, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari pendekatan tersebut adalah Suwun Warga, yakni kunjungan langsung ke sekitar 50 rumah warga untuk menjalin silaturahmi, menyampaikan informasi mengenai rangkaian kegiatan, sekaligus mengajak masyarakat terlibat aktif dalam setiap agenda. Pendekatan tersebut berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang mendorong antusiasme masyarakat dan seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

(Foto: Pojok Baca yang dibuat oleh para mahasiswa agar anak-anak bisa meningkatkan literasi)

Pada hari pertama, para mahasiswa melakukan pembangunan Pojok Baca Madrasah Desa di Madrasah Al-Ikhlas yang bekerja sama dengan Komunitas Literasi Remaja Tambun Selatan. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh anak-anak desa untuk meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan mereka.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk “Bangun Kesadaran, Stop Buang Sampah Sembarangan” yang diikuti sekitar 40 warga, khususnya ibu-ibu pengajian di Masjid Al-Ikhlas. Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kegiatan tersebut turut diikuti dengan peresmian tempat sampah minim asap sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

(Foto: Salah satu kegiatan pengmas berupa pembersihan saluran air di Desa Nagrak)

Tak hanya itu, para mahasiswa juga memberikan pendidikan nonformal bagi anak-anak dan remaja Desa Nagrak. Melalui pendampingan belajar mengaji, membaca, menulis, berhitung, bahasa Inggris, hingga public speaking, masyarakat memperoleh pengalaman belajar yang interaktif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi.

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan GEMA PARIS UI 2026 juga tercermin dari apresiasi yang disampaikan oleh Ketua RT 21 Kampung Cibatu Legok, Desa Nagrak, Jujuh Juhana. “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Vokasi UI yang telah melaksanakan kegiatan di lingkungan kami. Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dan yang paling berkesan adalah mahasiswa benar-benar membaur dengan warga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada pendidikan formal di SD Cibatu Nagrak yang melibatkan sekitar 130 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Para mahasiswa memberikan materi mengenai budaya Indonesia, pariwisata, kepedulian terhadap lingkungan, bahasa Inggris, dan public speaking melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong apresiasi terhadap potensi budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

(Foto: Edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan pemanfaatan tempat sampah minim asap)

Interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga diperkuat melalui pertandingan olahraga bersama remaja desa serta kegiatan nonton layar tancap yang dihadiri puluhan anak-anak beserta orang tua mereka. Agenda tersebut menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan keluarga di Desa Nagrak.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui acara kebudayaan yang melibatkan seluruh siswa SD Cibatu Nagrak. Dalam kesempatan tersebut, para siswa menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari lagu daerah, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pencak silat. Berbagai perlombaan budaya yang diselenggarakan turut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.

(Foto: Penampilan anak-anak saat event kebudayaan berlangsung)

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.K.M., S.St., M.Sc., mengapresiasi semangat para mahasiswa yang menghadirkan pengmas berbasis kolaborasi dan pemberdayaan. Menurutnya, kegiatan seperti GEMA PARIS UI merupakan implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam membangun hubungan yang erat antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui pendidikan serta pemberdayaan berbasis potensi lokal. “Mahasiswa vokasi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga kepekaan sosial serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di masyarakat. Kegiatan pengmas ini menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap semangat kolaborasi dan kepedulian seperti ini terus tumbuh sehingga mampu melahirkan lulusan vokasi yang adaptif, berdaya saing, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkap Safrin.

Khalisha Zahira, Ketua Pelaksana GEMA PARIS UI 2026 sekaligus mahasiswa prodi Manajemen Bisnis Pariwisata, mengatakan, “Melalui GEMA PARIS UI 2026, kami menyadari bahwa kegiatan pengmas bukan hanya tentang menjalankan program yang telah dirancang, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan dengan masyarakat. Melihat antusiasme anak-anak saat belajar, semangat warga dalam mengikuti setiap kegiatan, hingga dukungan yang mereka berikan selama program berlangsung menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.”

(Foto: Simbolisasi pemberian tempat sampah minim asap kepada masyarakat Desa Nagrak)

Pelaksanaan GEMA PARIS UI 2026 juga sejalan dengan komitmen Vokasi UI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai program yang dijalankan berkontribusi pada SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan formal, pendidikan nonformal, serta pembangunan Pojok Baca Madrasah Desa sebagai upaya meningkatkan akses literasi bagi anak-anak. Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan peresmian tempat sampah minim asap turut mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 12: Responsible Consumption and Production dengan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, komunitas literasi, dan masyarakat Desa Nagrak mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Vokasi UI, HIMTA UI berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat (pengmas) yang berorientasi pada pemberdayaan, pendidikan, serta pelestarian budaya. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.