Depok-Perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi mendorong organisasi untuk mampu membangun komunikasi yang strategis, adaptif, dan relevan dengan berbagai pemangku kepentingan. Di tengah lanskap komunikasi yang semakin dinamis, fungsi hubungan masyarakat adalah sebagai penyampai informasi, sekaligus menjadi garda terdepan dalam membangun reputasi, menjaga kepercayaan publik, serta mengelola isu yang berkembang di masyarakat.
Guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik komunikasi profesional di dunia industri, mahasiswa program studi (prodi) Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), melaksanakan company visit ke Graha Unilever Indonesia pada Senin (18/05/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Evaluasi Program Humas yang diampu oleh Jojo. S Nugroho ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana strategi komunikasi korporasi dan komunikasi digital diterapkan di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Indonesia.
(Foto: Suasana kegiatan company visit mahasiswa Vokasi UI ke Unilever Indonesia)
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran tim komunikasi Unilever Indonesia dan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat, Mareta Maulidiyanti, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, Mareta menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari para praktisi yang sehari-hari terlibat dalam pengelolaan komunikasi perusahaan berskala global. “Terima kasih kepada Unilever Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Vokasi UI untuk belajar langsung dari para praktisi industri. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang kolaborasi yang positif antara Vokasi UI dan Unilever Indonesia serta langkah strategis untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik profesional,” ujar Mareta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai teori dan konsep komunikasi yang dipelajari di ruang kelas dan memahami implementasinya dalam praktik profesional yang sesungguhnya. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) tersebut menjadi salah satu upaya Vokasi UI dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Pada saat kunjungan, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai strategi komunikasi korporasi dari Irfan Ramdhani, External Communication Manager Unilever Indonesia. Dalam paparannya, Irfan menjelaskan bahwa komunikasi korporasi memiliki peran penting dalam menjembatani berbagai kepentingan perusahaan dengan kebutuhan informasi publik. Menurutnya, tugas utama praktisi komunikasi adalah menerjemahkan pesan-pesan yang bersifat teknis menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa menghilangkan akurasi dan substansinya.
(Foto: Perwakilan dari Unilever Indonesia saat menerima kedatangan para mahasiswa Vokasi UI)
Ia menjelaskan bahwa tim komunikasi korporasi bekerja secara lintas fungsi dengan berbagai unit dalam perusahaan, termasuk divisi hukum dan penelitian serta pengembangan (Research and Development/R&D). Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik agar relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Irfan mengatakan, “Bahasa yang digunakan oleh tim legal sering kali bersifat teknis dan tegas. Di sisi lain, tim komunikasi mengolah pesan tersebut agar lebih lembut dan mudah dipahami publik. Kami juga cukup sering berdiskusi dengan tim R&D untuk memastikan teknologi dan bahan yang digunakan dalam produk bisa dikomunikasikan secara tepat kepada masyarakat.”
Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai pentingnya kemampuan komunikasi strategis, manajemen isu, serta keterampilan membangun narasi yang mampu menjembatani kepentingan organisasi dan publik.
Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan komunikasi digital yang disampaikan oleh Adisty Nilasari, Head of External Digital Communication Unilever Indonesia. Dalam sesinya, Adisty mengulas bagaimana transformasi digital telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dengan masyarakat. Komunikasi saat ini tidak lagi bersifat satu arah, melainkan berlangsung secara dinamis melalui berbagai platform digital yang memungkinkan terjadinya interaksi dan percakapan secara real time.
Menurut Adisty, pendekatan komunikasi modern semakin didorong oleh pemanfaatan data dan pemahaman terhadap tren percakapan yang berkembang di ruang digital. Keberhasilan komunikasi tidak hanya diukur berdasarkan jumlah eksposur media atau nilai publisitas yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan organisasi untuk menjadi bagian dari percakapan yang relevan dan bermakna bagi audiensnya. Materi tersebut memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya literasi digital, analisis data, social listening, serta kemampuan membaca perilaku audiens dalam merancang strategi komunikasi yang efektif di era digital.
(Foto: Pemberian sertifikat apresiasi dan cendera mata kepada Unilever Indonesia)
Selain mengikuti sesi diskusi bersama para praktisi, mahasiswa juga berkesempatan melakukan office tour ke Graha Unilever Indonesia untuk melihat secara langsung lingkungan kerja perusahaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang lebih mendalam mengenai budaya kerja kolaboratif yang diterapkan dalam perusahaan multinasional serta berbagai fasilitas yang dirancang untuk mendukung produktivitas, kreativitas, dan kesejahteraan karyawan.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem kerja profesional sekaligus mengenal berbagai peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan prodi Hubungan Masyarakat di masa depan. Melalui company visit ini, mahasiswa Humas Vokasi UI memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktik nyata di industri. Interaksi langsung dengan para profesional komunikasi juga memperkaya perspektif mahasiswa mengenai tantangan, dinamika, dan kompetensi yang dibutuhkan oleh praktisi humas di era transformasi digital.




