Depok-Program studi (prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Menggali Potensi Diri & Meniti Karier di Dunia Film” pada Selasa (24/02/2026), di Auditorium Vokasi UI. Kegiatan ini menghadirkan aktor film Indonesia, Jourdy Pranata, sebagai narasumber utama. Jourdy dikenal dalam beberapa karya film, di antaranya Si Paling Aktor (2025), Tinggal Meninggal (2025), Badarawuhi di Desa Penari (2024), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), dan lainnya.

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari mata kuliah Produksi Film Pendek yang menjadi ruang dialog inspiratif antara praktisi industri dan mahasiswa, khususnya dalam membahas realitas dunia perfilman yang dinamis dan kompetitif. Dalam pemaparannya, Jourdy membagikan perjalanan kariernya sejak awal merintis di industri film, menghadapi berbagai tantangan sebagai aktor muda, hingga membangun konsistensi di tengah persaingan industri kreatif. Menurutnya, dunia film merupakan kerja kolektif yang menuntut profesionalisme tinggi dari setiap individu yang terlibat. “Di dunia film, tidak hanya bakat akting yang diperlukan, melainkan attitude yang menjadi poin penting. Cara kita bersikap, menghargai waktu, dan bekerja sama dalam tim itu yang membuat orang ingin kembali bekerja dengan kita,” ujar Jourdy.

(Foto: Jourdy saat membagikan pengalamannya kepada para mahasiswa)

Ia menyampaikan bahwa kemampuan akting memang menjadi fondasi, tetapi sikap profesional, disiplin, rendah hati, serta kemampuan beradaptasi merupakan kunci utama untuk bertahan dan berkembang dalam industri yang sangat kompetitif. Baginya, reputasi seorang pekerja kreatif dibangun dari hasil karya, serta proses dan etos kerja yang ditunjukkan. Jourdy juga menyoroti pentingnya mengenali potensi diri sejak dini. Menurutnya, mahasiswa perlu aktif mengeksplorasi minat, memperluas jejaring, serta berani mencoba berbagai peran di balik layar agar memahami ekosistem perfilman secara menyeluruh.

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari strategi akademik Vokasi UI dalam menjembatani pembelajaran teoritis dengan praktik industri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh materi produksi, penyutradaraan, penyuntingan, dan sinematografi di kelas, melainkan juga mendapatkan perspektif langsung dari praktisi yang telah terjun dan bertahan di dunia perfilman nasional. Salah satu mahasiswa prodi Penyiaran Multimedia, Ayi, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan minat dan pengalamannya. Ia aktif dalam berbagai pertunjukan teater dan pementasan seni, meskipun belum terjun langsung ke dunia film.

Ayi mengatakan, “Materi yang disampaikan hari ini sangat sesuai dengan pengalaman yang saya lalui di pertunjukkan teater, khususnya proses pendalaman karakter dan pentingnya sikap profesional. Ternyata bukan cuma soal bisa akting, tetapi bagaimana kita membawa diri di setiap proses,” ungkapnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi. Banyak pertanyaan diajukan seputar proses audisi, membangun portofolio, hingga cara menghadapi penolakan dalam seleksi pemeran (casting) di industri kreatif.

(Foto: Pemberian sertifikat kepada Jourdy Pranata oleh dosen tetap prodi Penyiaran Multimedia, Muhammad Dicka Ma’arief Alyatalatthaf, M.I.Kom.)

Kolaborasi dengan praktisi menjadi salah satu pendekatan pembelajaran berbasis industri yang terus diperkuat oleh Vokasi UI. Dengan demikian, mahasiswa memiliki banyak bekal secara mental dan profesional ketika memasuki dunia kerja. Kuliah tamu ini menjadi wujud upaya dalam menghadirkan pembelajaran aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan perkembangan industri kreatif nasional.

Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia, Peny Meliaty Hutabarat, M.S.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi prodi dalam memastikan pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang. “Kami ingin mahasiswa memahami teori produksi dan perfilman, serta memperoleh wawasan langsung dari praktisi industri mengenai etos kerja, profesionalisme, dan realitas dunia kerja yang sesungguhnya,” jelasnya.