Depok-Bagi sebagian mahasiswa, masa perkuliahan identik dengan menghadiri kelas, menyelesaikan tugas, dan mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Namun, bagi Dimas Alvaro, alumni program studi (prodi) Periklanan Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022, bangku kuliah juga menjadi ruang untuk menemukan peluang, membangun jejaring, dan merintis sebuah usaha di industri kreatif.
Dari sebuah obrolan sederhana bersama teman di lingkungan kampus, lahirlah Indieworks Creative, sebuah agensi kreatif yang kini berfokus pada tiga layanan utama, yaitu production house, social media management, dan branding consultant. Agensi tersebut didirikan Dimas bersama rekannya, Rayhan Fikri Ramadhandi, mahasiswa prodi Produksi Media Vokasi UI. Perjalanan membangun Indieworks Creative berawal dari peluang kolaborasi dan kebutuhan industri kreatif yang berkembang. Dimas bahkan mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang entrepreneur. Berbekal pengalaman serta jaringan yang diperoleh selama menempuh pendidikan, ia kemudian mengembangkan Indieworks Creative sebagai agensi kreatif yang menghadirkan layanan sesuai dengan berbagai kebutuhan.
Saat aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Vokasi UI, Dimas kerap berdiskusi dengan Rayhan mengenai industri kreatif, produksi media, hingga kebutuhan komunikasi berbagai jenama. Latar belakang Dimas di bidang periklanan berpadu dengan kemampuan Rayhan dalam produksi media. Dari percakapan-percakapan tersebut, muncul gagasan untuk membangun sebuah agensi yang dapat menjadi wadah bagi kemampuan kreatif keduanya.
Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui pendirian Indieworks Creative pada 2023. Mereka mulai menjalankan usaha tersebut sembari menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Dimas mengatakan, “Membangun agensi sejak kuliah bukan hanya tentang mencari pengalaman, tetapi juga menguji secara langsung ilmu yang kami peroleh di kelas.”.
Pada tahap awal, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah memperoleh kepercayaan dari klien. Sebagai agensi baru yang digerakkan oleh mahasiswa, Indieworks Creative harus mampu menunjukkan bahwa usia muda dan status sebagai mahasiswa bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang profesional. Kepercayaan tersebut dibangun secara bertahap melalui setiap proyek yang dikerjakan. Dimas dan tim berupaya memahami kebutuhan klien, menjaga kualitas hasil pekerjaan, serta membangun komunikasi yang baik selama proses pengerjaan. Dari satu proyek ke proyek berikutnya, portofolio dan pengalaman Indieworks Creative pun terus bertambah.
(Foto: Potret Dimas saat menjadi mahasiswa prodi Periklanan Kreatif, Vokasi UI)
Seiring perkembangannya, Indieworks Creative tidak hanya menyediakan layanan produksi konten dan pengelolaan media sosial. Agensi tersebut juga membantu berbagai jenama dalam merancang strategi komunikasi, memperkuat identitas, serta membangun citra melalui layanan konsultasi branding.
Perkembangan layanan tersebut tidak terlepas dari perubahan kebutuhan industri. Di tengah pesatnya pertumbuhan media digital, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan konten yang menarik secara visual. Mereka juga membutuhkan mitra yang mampu memahami karakter audiens, menyusun strategi komunikasi, membangun identitas merek, dan mengelola kehadiran mereka secara konsisten di berbagai platform.
Peluang tersebut dimanfaatkan Dimas bersama tim untuk terus menghadirkan layanan yang relevan. Di sisi lain, Indieworks Creative juga membawa semangat yang membedakannya dari sejumlah agensi lain, yakni komitmen untuk melibatkan mahasiswa dalam proses kreatif. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya membuka ruang bagi munculnya ide-ide segar, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung. Melalui berbagai proyek yang ditangani, mahasiswa dapat belajar memahami kebutuhan klien, bekerja dalam tim, menghadapi tenggat waktu, serta bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan.
Dimas menambahkan, “Pengalaman tersebut menjadi penting karena industri kreatif membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, memahami perilaku konsumen, dan membangun relasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan sehari-hari.”
Ia menilai pendidikan yang diperoleh selama berkuliah di Vokasi UI memberikan bekal penting dalam membangun dan mengembangkan Indieworks Creative. Mata kuliah seperti Teknik Lobi dan Negosiasi, Komunikasi Pemasaran Terpadu, serta Perilaku Konsumen menjadi fondasi yang hingga kini diterapkan ketika menyusun strategi maupun membangun hubungan dengan klien. Tidak hanya melalui materi perkuliahan, lingkungan kampus juga mempertemukan Dimas dengan dosen, alumni, dan teman-teman dari berbagai bidang. Interaksi tersebut membuka ruang untuk bertukar gagasan, berkolaborasi, dan mengenal dunia industri dari berbagai perspektif. “Kurikulum Vokasi UI memang dibuat supaya kita siap kerja, bahkan sebelum lulus. Karena kita sudah terpapar dengan cara kerja dan apa yang terjadi di balik industri sejak masih kuliah,” ujar Dimas.
Melalui pembelajaran yang memadukan teori, praktik, proyek kolaboratif, dan pengalaman industri, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi teknis maupun keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dimas juga membuktikan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu hingga lulus untuk mulai menghasilkan karya. Dengan memanfaatkan pengetahuan, jejaring, dan kesempatan yang diperoleh selama masa perkuliahan, mahasiswa dapat mulai membangun portofolio sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan di sekitarnya.
Kini, obrolan yang dahulu berlangsung di sela-sela kegiatan kampus telah tumbuh menjadi sebuah agensi kreatif yang terus berkembang. Melalui Indieworks Creative, Dimas dan Rayhan tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan memperoleh pengalaman profesional sejak dini.




