Depok-Lulusan program studi (prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) memiliki prospek karier yang luas, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di industri keuangan digital yang terus berkembang. Pesatnya transformasi industri keuangan digital telah membuka beragam profesi baru yang membutuhkan kemampuan analisis, ketelitian, pemahaman regulasi, serta pengelolaan data. Peluang tersebut hadir di berbagai sektor, mulai dari teknologi finansial hingga perusahaan sekuritas. Perkembangan itu turut membuka jalan bagi Frizy Raihan Camsal, alumni prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan angkatan 2022. Saat ini, Frizy berkarier sebagai Know Your Customer (KYC) Analyst pada tim Quality and Learning di PT Stockbit Sekuritas Digital.

Dalam perannya, Frizy berada di balik proses penting yang memastikan setiap pengguna layanan keuangan telah melalui tahapan verifikasi identitas secara tepat. Meski tidak selalu terlihat langsung oleh pengguna, pekerjaan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keamanan dan kepercayaan terhadap ekosistem keuangan digital.

Ketertarikan Frizy terhadap dunia keuangan telah tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah menengah. Kesempatan untuk menempuh pendidikan di Vokasi UI semakin memantapkan pilihannya mendalami bidang administrasi keuangan dan perbankan. Selama menjalani perkuliahan, Frizy tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan teori keuangan. Model pembelajaran vokasi yang menekankan praktik memberinya kesempatan untuk memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam situasi kerja yang nyata.

Berbagai tugas praktik, pembelajaran berbasis kasus, serta pengalaman magang turut membentuk ketelitian dan kemampuan analisisnya dalam pengelolaan informasi keuangan. Kompetensi tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika ia mulai memasuki dunia profesional, khususnya pada pekerjaan yang berkaitan erat dengan data dan kepatuhan.

(Foto: Frizy saat lulus dari prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan)

Perjalanan karier Frizy dimulai melalui program magang selama enam bulan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Dalam program tersebut, ia terlibat dalam proses pembukaan rekening nasabah dan merchant, mulai dari pengolahan hingga analisis data. Pengalaman itu memperkenalkannya secara langsung pada operasional industri perbankan. Ia belajar bahwa setiap data nasabah perlu diperiksa dan dikelola secara akurat karena kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak pada proses pelayanan maupun administrasi keuangan.

“Selain memperluas pemahaman saya mengenai sektor perbankan, pengalaman magang tersebut mengasah kemampuan saya dalam bekerja secara teliti, sistematis, dan bertanggung jawab. Kemampuan itu pula yang kemudian menjadi modal ketika saya memutuskan untuk menjajaki peluang di sektor keuangan yang lebih luas,” ujar Frizy.

Setelah menyelesaikan masa magangnya di BTN, Frizy mulai mengeksplorasi industri sekuritas dengan bergabung sebagai KYC Analyst Intern di PT Stockbit Sekuritas Digital. Langkah tersebut membawanya pada lingkungan kerja yang memadukan layanan keuangan, teknologi, data, dan kepatuhan terhadap regulasi. Berkat kompetensi dan pengalaman yang dimilikinya, Frizy kemudian dipercaya untuk melanjutkan karier sebagai KYC Analyst di perusahaan tersebut. Kini, melalui tim Quality and Learning, ia turut berkontribusi dalam memastikan kualitas proses kerja sekaligus mendukung pengembangan pengetahuan yang berkaitan dengan pelaksanaan KYC.

Di industri keuangan, KYC merupakan proses yang digunakan untuk mengenali dan memverifikasi identitas pelanggan. Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa layanan keuangan tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang melanggar ketentuan. Peran ini semakin penting seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital. Kemudahan yang ditawarkan teknologi perlu berjalan beriringan dengan sistem verifikasi dan pengawasan yang kuat agar keamanan pengguna serta integritas perusahaan tetap terjaga.

Menurut Frizy, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Jika dahulu pembukaan rekening atau akun investasi umumnya harus dilakukan secara langsung di kantor cabang, kini hampir seluruh proses tersebut dapat diselesaikan melalui teknologi electronic Know Your Customer atau e-KYC. “Fintech bukan cuma soal teknologi, tapi soal gimana cara kita baca data, identifikasi, dan ambil keputusan yang tepat. Teknologi berubah, regulasi berubah, tren berubah. Jadi kita harus terus belajar supaya bisa mengikuti perkembangan industri,” ujar Frizy.

Bagi Frizy, perubahan yang cepat bukanlah hambatan, melainkan dorongan untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi. Kemauan belajar menjadi salah satu kemampuan utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda yang ingin berkarier di industri keuangan digital.

Perjalanan Frizy menunjukkan bahwa kompetensi di bidang administrasi keuangan dan perbankan dapat diterapkan pada ruang karier yang sangat luas. Pengetahuan mengenai operasional keuangan, pengolahan data, manajemen risiko, dan kepatuhan tidak hanya dibutuhkan oleh perbankan konvensional, tetapi juga oleh perusahaan sekuritas dan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi.

Melalui pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, pengalaman magang, serta penguatan kompetensi teknis dan keterampilan interpersonal, Vokasi UI mempersiapkan mahasiswa agar membangun kesiapan dunia kerja sehingga, mampu menjawab kebutuhan industri dan berkembang di lingkungan kerja yang dinamis. Dari pengalaman magang di perbankan hingga meniti karier sebagai KYC Analyst di perusahaan sekuritas digital, Frizy membuktikan bahwa lulusan prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan memiliki kesempatan untuk berkembang melampaui jalur karier konvensional. Selama memiliki kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan mengeksplorasi peluang, luasnya transformasi industri keuangan dapat menjadi ruang bagi lulusan vokasi untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak.