Kepala Lab. Perpajakan: Fitria Arianty, S.Sos., M.Si.

Program Studi Administrasi Perpajakan memiliki beberapa laboratorium untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengajaran. Terdapat dua Lab yang dimiliki Program Studi Administrasi Perpajakan, antara lain:

  1. Laboratorium Pengadilan Pajak (VC 506)
  2. Laboratorium Komputer (VC 502)

Karakteristik untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang terampil dan menghasilkan lulusan professional adalah kualitas dan kuantitas proses belajar mengajar yang lebih didominasi kegiatan praktik. Sebagian besar waktu dosen dan mahasiswa banyak melakukan proses belajar mengajar di laboratorium/praktikum. Kurikulum Program Studi Administrasi Perpajakan Vokasi UI sudah mengakomodir kebutuhan bekal profesional dan ketrampilan di bidang perpajakan pada level madya. Hal ini nampak dengan siginifikannya mata kuliah laboratorium yang menjadikan dosen dan mahasiswa banyak berkutat di laboratorium dalam rangka memenuhi kompetensi profesi perpajakan.

Program Studi Administrasi Perpajakan Program Vokasi UI, sejak tahun 2012 sudah mulai menerapkan kurikulum KBK. Pada kurikulum KBK ini secara signifikan memperbanyak mata kuliah yang bersifat praktik baik di laboratorium maupun di lapangan/dunia kerja langsung. Dari 43 mata kuliah yang ada, 15 mata kuliah dengan mata kuliah laboratorium dan Magang/Praktik Kerja. 8 Mata Kuliah terkait langsung dengan perpajakan, 4 mata kuliah pendukung utama, dan 1 mata kuliah praktik kerja.

 

Mata kuliah laboratorium perpajakan, yaitu:

  1. Laboratorium PPh Pasal 21
  2. Laboratorium PPh Orang Pribadi
  3. Laboratorium Potong Pungut
  4. Laboratorium PPh Badan
  5. Laboratorium Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  6. Laboratorium e SPT
  7. Laboratorium Pajak Daerah & Retribusi Daerah
  8. Praktik Simulasi Perpajakan

 

Mata kuliah laboratorium lainnya yang sangat mendukung ketrampilan profesi pajak adalah:

  1. Laboratorium Pengantar Akuntansi I
  2. Laboratorium Pengantar Akuntansi II
  3. Laboratorium Akuntansi Komputer
  4. Laboratorium Komputer Untuk Bisnis

Tujuan dibentuknya Laboratorium Perpajakan adalah:

  • Memfasilitasi proses belajar mengajar di laboratorium.
  • Menghasilkan lulusan dengan kualifikasi sebagai tenaga trampil dan professional di bidang perpajakan pada level madya dan siap pakai di dunia kerja.
  • Meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen di bidang perpajakan.

Proses Pembelajaran

Mekanisme pembelajaran di Laboratorium Perpajakan menggunakan sistem kelompok kerja. Kelompok kerja adalah sekumpulan mahasiswa peserta setiap  mata kuliah laboratorium perpajakan. Kelompok kerja ini dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua. Ketua dan Wakil Ketua ditentukan bersama oleh anggota kelompok dengan persetujuan dan pertimbangan instruktur mata kuliah.

Dalam setiap operasional pelaksanaan proses pekerjaan dalam laboratorium, akan terlibat unsur pimpinan partner, partner, manajer (mahasiswa), supervisor (mahasiswa) dan karyawan (mahasiswa).

Fasilitas yang ada di dalam Laboratorium Perpajakan adalah:

  • Ruangan
    Ruangan Laboratorium Perpajakan adalah Ruang VA.606 yang terletak di Gedung Administrasi dan Laboratorium Program Vokasi.
  • Meja dan kursi
    Meja yang tersedia sebanyak 11 meja kerja berikut kursinya untuk masing-masing anggota kelompok kerja, sebuah meja rapat yang dapat mengakomodasi 11 orang peserta rapat berikut 11 kursi, ditambah dengan 1 meja untuk tempat printer, scanner, dispenser serta alat tulis kantor.
  • Lemari
    Lemari yang tersedia adalah sebanyak 4 buah lemari yang digunakan untuk menyimpan Lembar Kerja, Lembar Penilaian, Daftar Hadir, Modul, serta bahan-bahan pendukung Laboratorium Perpajakan lainnya.
  • Komputer
    Komputer yang tersedia sebanyak 11 perangkat komputer untuk masing-masing anggota kelompok kerja. Perangkat komputer tersebut menggunakan layar 20 inch, karena masing-masing anggota kelompok kerja akan mengolah data perpajakan dengan excel yang memiliki jumlah field yang sangat lebar. Perangkat komputer juga all in one komputer yang sudah menyatu antara CPU dengan Monitor sehingga tidak memakan banyak ruang dan praktis dalam hal perawatan.
  • Printer dan scanner
    Printer yang disediakan adalah printer laserjet yang memiliki kemampuan scanner, karena dibutuhkan oleh anggota kelompok kerja untuk menscan dokumen – dokumen perpajakan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
  • Mesin Tik Elektronik dan Meja Ketik
    Mesin tik elektronik dibutuhkan pada saat anggota kelompok kerja mengisi dokumen Surat Setoran Pajak yang sudah disediakan oleh Kantor Pelayanan Pajak maupun dokumen lain yang formulirnya sudah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  • Infocus dan papan tulis
    Untuk keperluan presentasi dibutuhkan sebuah Infocus yang memiliki port input lengkap berupa HDMI, Video serta Audio karena selain untuk presentasi anggota kelompok kerja, infocus ini juga digunakan untuk menayangkan materi video pembelajaran perpajakan. Papan tulis yang disediakan adalah papan tulis whiteboard double face dengan ukuran 120×180 cm.