Literasi Media Digital: Mahasiswa Anti Hoax

//Literasi Media Digital: Mahasiswa Anti Hoax

Literasi Media Digital: Mahasiswa Anti Hoax

2018-12-07T14:04:38+00:007 hari yang lalu|

DEPOK – Bertempat di Auditorium Vokasi UI, tanggal 5 Desember 2018, Program Vokasi Komunikasi (Vokom) UI menyelenggarakan Seminar Nasional “Literasi Media Digital, Mahasiswa Anti Hoax, yang menghadirkan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis; PR&Digital Branding Expert, Romano Bhaktinegara; Ketua Umum Serikat media Siber Indonesia, Auri Jaya; Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Program Studi Vokom UI,. Devie Rahmawati ini dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai universitas di Jakarta.

“Kegiatan ini sangat penting mengingat badai hoax yang menerjang seluruh sendi kehidupan politik, sosial, kesehatan, sains, keuangan, bencana alam dan lainnya. Badai ini terjadi karena berdasarkan studi, hoax beredar lebih banyak dan luas dibandingkan informasi yang benar. Vokom ingin para mahasiswa menjadi promotor dari pesan –pesan positif agar dapat melampaui jumlah hoax yang terus diproduksi,” ujar Devie yang menempuh studi di Swansea, Inggris.

“Setelah merangkum berbagai hasil kajian di dunia tentang bagaimana menghalau hoax, kami menarik kesimpulan bahwa diperlukan lebih banyak sosok pribadi mahasiswa yang SABAR yaitu Selalu menahan diri untuk meyebarkan sebuah berita dan melakukan verifikasi. Amati setiap berita yang diterima, tidak langsung dikonsumsi. Berani menyuarakan kepada orang lain untuk berhati-hati. Aktif mengupdate informasi dan teknologi yang ada, sehingga tidak mudah terbawa arus hoax. Rancang jejak digital yang positif dan produktf sehingga tidak memberikan tempat pada hoax,” seru Devie yang meraih gelar dosen teladan versi Aspikom tahun 2018.

Auri Jaya menyampaikan bahwa sampai hari ini belum ada aturan atau kode etik yang mengatur tentang hoax ini. Sedangkan Ketua KPI, Yuliandre menambahkan bahwa lembaga yang dipimpinnya hanya mengatur dunia penyiaran. “Informasi dari platform internet sulit diaudit. KPI sendiri tidak pernah bemaksud menghalang-halangi kreatifitas. Justru setiap sanki yang diberikan KPI dimaksudkan untuk mengingatkan dan untuk dilakukan perbaikan,” tandas Andre.

Sedangkan Romano mengingatkan bahwa generasi sekarang sebaiknya memfokuskan diri untuk lebih banyak menyambung silahturahim, jangan hanya berfokus pada gawai dan melupakan lingkungan sekitar. Pesan yang sama juga disampaikan oleh Sinshe Lim, bahwa mahasiswa yang merupakan tulang punggung masyarakat dan negara harus dapat memiliki sikao yang cermat, analisis dan antisipatif, agar dapat membendung pengaruh hoax. selesai –

X