Kembangkan IPTEKS Bagi Masyarakat

//Kembangkan IPTEKS Bagi Masyarakat

Kembangkan IPTEKS Bagi Masyarakat

2019-01-08T10:13:40+00:004 minggu yang lalu|

Depok – Sebagai wujud pengamalah tri dharma perguruan tinggi, Program Pendidikan Vokasi UI melaksanakan Pengabdian Masyakarat dengan fokus IPTEKS bagi Masyarakat. Prioritas utama program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas digital literasi masyarakat melalui peningkatan peran tanggung jawab sosial mesjid. Sasaran utama dari program ini adalah pengurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Nurul Huda dan Al-Kautsar di Kota Depok Jawa Barat. Program yang telah berjalan sejak quartal kedua 2018 ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait peningkatan peranan masjid sebagai center excellent.

Pengurus DKM diberikan pelatihan dasar pembuatan kerangka Logical Framework Analysis sebagai dasar manajemen dan tata kelola masjid berbasis hasil. Setelah mendapatkan pelatihan, pengurus Masjid bersama tim pengabdi Vokasi UI  membuat program tanggung jawab sosial masjid berupa pembentukan perpustakaan dengan sistem digital (ruang literasi digital), pembuatan website masjid, modul-modul pembelajaran seperti modul penyusunan laporan keuangan masjid serta modul penggunaan sosial media untuk sosialisasi mesjid dengan konsep Digital Literacy kepada masyarakat. Dosen Vokasi UI sekaligus Ketua Tim Pengabdi Pengabdian Masyarakat, Wahyu Noviantoro, S.Sos., M.Si mengatakan keberadaan masjid menjadi sarana yang paling efektif untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat melalui implementasi Model Pendidikan Civic Education dengan menggunakan Masjid sebagai sarana pembelajaran Digital Literasi kepada para jamaah khususnya generasi mudah agar lebih produktif dan mampu memanfaatkan informasi-informasi internet secara positif. “Dalam hal meningkatkan fungsi accountability dan kontrol internal dari masjid misalnya, dibuat Standar Operational Procedure (SOP) yang jelas terkait keuangan dan melakukan peralihan pencatatan manual ke pencatatan elektronik. kami berkolaborasi dengan pengelola software akuntansi dan menggunakan sistem cash manager untuk masjid-masjid yang menjadi mitra”tambah Wahyu.

Dengan program ini Masjid dapat digunakan sebagai sarana pendidikan vokasional yakni dengan penyelenggaraan pelatihan peningkatan kompetensi skill dan keterampilan khususnya bagi para generasi usia produktif yang tidak sempat/mampu mengenyam pendididkan formal. Wahyu mengatakan  program ini diharapkan berkontribusi dalam mendorong lahirnya pemuda yang unggul, berwawasan dan memiliki kompetensi keahlian melalui Digital literasi. “Saat ini website sudah dapat diakses  pada http://nurulhuda.net untuk mesjid Nurul Huda, sedangkan untuk sistem pengelolaan seluruh masjid dengan menggunakan alamat http://masjidseru.id. Begitu juga pencatatan uang sudah lebih baik dan beralih ke pencatatan elektronik” tutupnya.

 

X