Seminar Nasional Kearsipan: Peran Profesional Rekod dan Profesional Arsip dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0

//Seminar Nasional Kearsipan: Peran Profesional Rekod dan Profesional Arsip dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0

Seminar Nasional Kearsipan: Peran Profesional Rekod dan Profesional Arsip dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0

2018-11-27T15:55:59+00:002 minggu yang lalu|

DEPOK – Himpunan Mahasiswa Program Studi MID dan Program Studi MID menyelenggarakan Seminar Nasional Kearsipan dengan judul “Peran Profesional Rekod dan Profesional Arsip dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0” pada tanggal 26 November 2018 bertempat di Auditorium Program Pendidikan Vokasi. Dalam seminar nasional ini dihadirkan Dr. Mustari Irawan, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Abdul Cholil, S.S, ketua Perkumpulan Profesi Pengelola Rekod Indonesia, dan Dani Prawira, ST, Praktisi Digital Forensik sebagai pembicara, dan Ratih Surtikanti, M.Hum, dosen Program Studi MID sebagai moderator.  Seminar Nasional ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, namun peserta berasal dari berbagai instansi yang merupakan profesional pengelola rekod atau arsiparis.

Pada paparannya, Dr. Mustari Irawan menyampaikan upaya yang telah dilakukan oleh ANRI dalam mendorong para arsiparis di Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu ANRI juga selaku pembina untuk urusan kearsipan di Indonesia telah berupaya membangun ekosistem kearsipan yang terintegrasi dengan membangun simpul jaringan kearsipan dengan nama JIKN dan SIKN. Simpul ini diharapkan menghubungkan Indonesia dari ujung Sabang-Merauke, dan Rote hingga Miangas dengan arsip.

Paparan berikut diberikan oleh Abdul Cholil, materi yang diberikan banyak terkait akan shifting paradigm di dunia industri dalam pengelolaan rekodnya. Revolusi Industri telah banyak memberikan dampak perubahan dalam berbagai bidang, dalam dunia arsip dia menyampaikan telah banyak kegiatan pengelolaan arsip yang diautomasi oleh mesin pintar, robot, dan kecerdasan buatan. Sehingga peran arsiparis atau pengelola rekod akan berubah, tidak lagi mengerjakan hal yang sifatnya terlalu administratif namun berubah menjadi analis data dari rekod yang dimiliki oleh perusahaan atau instansi, sheingga menghasilkan insight yang dapat memajukan industri tempat arsiparis itu bekerja.

Dani Prawira, sebagai pemapar terakhir memberikan materi terkait pentingnya kompetensi forensik digital arsip. Perubahan teknologi yang cepat memaksa berbagai bisnis dan pemerintah menggunakan file dan arsip elektronik, namun seperti kita ketahui, arsip elektronik mudah dimanipulasi dan seringkali tidak bisa menjadi acuan dalam pembuktian di persidangan. Dengan adanya forensik digital arsip ini memastikan kondisi demikian tidak terjadi lagi, forensik digital berusaha memastikan arsip atau file elektronik yang digunakan untuk persidangan adalah asli dan bukan hasil ubahan dari tangan yang tidak bertanggug jawab.

Pada sesi talkshow atau tanya jawab banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta dan peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan seminar nasional ini, terlebih pembicara yang dihadirkan adalah memang mereka yang pakar di bidang kearsipan. Di akhir acara seminar nasional kearsipan ini diberikan penghargaan kepada juara lomba esai kearsipan.

X