Okupasi Terapi

Okupasi Terapi adalah profesi kesehatan yang fokus pada kemampuan seseorang dengan mempromosikan kesehatan dan kemampuan melalui aktifitas yang bermakna dan bertujuan. Dimana seorang okupasi terapi memungkinkan seseorang untuk berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dengan cara bekerjasama dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan seseorang agar terlibat dalam pekerjaan yang sesuai atau dengan memodifikasi pekerjaan atau lingkungan untuk lebih mendukung keterlibatan berkerja atau beraktifitas.
Bagaimana seorang okupasi terapi bekerja?

1. Assesment, yaitu bersama-sama dengan keluarga klien fokus pada kemampuan seseorang dan masalah yang berkaitan dengan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari klien.

2. Planning, yaitu rencana kegiatan yang mencakup tujuan jangka pendek dan panjang dari pengobatan yang relevan dengan kebiasaan, peran, gaya hidup dan lingkungan.

3. Intervention, yaitu Intervensi / kegiatan berfokus pada program yang berorientasi pada lingkungan dan orang. Dirancang untuk memfasilitasi aktifitas sehari-hari dan adaptasi di mana seseorang bekerja, hidup dan bersosialisasi.

4. Cooperation, yaitu Kerjasama dan koordinasi dengan para profesional lain, keluarga, perawat dan relawan yang penting dalam realisasi pendekatan holistik.
Seorang Okupasi Terapi dapat bekerja di rumah sakit, klinik dan pusat rehabilitasi, sekolah khusus, industri dan perusahaan swasta, serta menjadi seorang pendidik dan konsultan. Ruang lingkup Okupasi Terapi terdiri dari pediatri (anak), geriatri (lansia), psikososial (gangguan jiwa), gangguan fisik, dan kesehatan kerja. Beberapa kondisi yang dapat ditangani oleh seorang Okupasi Terapi antara lain adalah gangguan perkembangan, gangguan sensori, gangguan system saraf, gangguan jantung, gangguan system, gangguan pada kulit, cidera, gangguan otot pada dan sendi, gangguan kognisi dan psikomotor, gangguan kesehatan mental.

Diperlukan calon dosen tetap (4 orang) dengan persyaratan:

  • Minimal lulusan D4 Okupasi terapi dan bersedia melanjutkan S2 dengan keilmuan Okupasi Terapi.
  • Pernah bekerja sebagai seorang okupasi terapis pada rumah sakit, klinik, ataupun praktek mandiri.